Kamis, 29 Desember 2011

MENANTANG TANGGA ENTREPRENEUR

pci1

Menempuh PENDIDIKAN, meninggalkan KAMPUNG HALAMAN dilatih menjadi Pribadi KREATIF

Dr. Ir. Ciputra lahir di kota kecil Parigi, Sulawesi Tengah pada tanggal 24 Agustus 1931 dengan nama Tjie Tjin Hoan, ia anak ke 3 dari pasangan Tjie Sim Poe dan Lie Eng Nio. Keluarga ini memiliki rumah yang sekaligus toko kelontong di sebuah kota yang bernama Bumbulan, sekitar 150 km dari Gorontalo, Sulawesi Tengah. Ketika berusia 12 tahun ia kehilangan ayahnya yang meninggal di tahanan tentara pendudukan Jepang karena tuduhan palsu dianggap mata-mata Belanda.

Kepahitan masa kecil telah menimbulkan tekad dan keputusan penting yaitu memiliki cita-cita bersekolah di Pulau Jawa demi hari depan yang lebih baik, bebas dari kemiskinan dan kemelaratan. Akhirnya Dr. Ir. Ciputra kecil kembali ke bangku sekolah walau terlambat. Ia terlambat karena negara kita masih dalam suasana peperangan dengan tentara Belanda maupun Jepang. Ia masuk kelas 3 SD di desa Bumbulan walau usianya sudah 12 tahun atau terlambat hampir 4 tahun. Ketika usianya 16 tahun lulus dari SD kemudian melanjutkan SMP di Gorontalo dan jenjang SMA di Menado setelah itu memasuki ITB jurusan arsitektur di Bandung. Terlambat tapi bukan berarti terhambat bukan..?

Masa Dr. Ir. Ciputra menempuh pendidikan bukanlah sebuah masa yang penuh hura-hura seorang remaja masa kini. Ia harus hidup dengan penuh keprihatinan. Pada masa di SD ia biasa berjalan kaki ke sekolah yang jaraknya 7 km. Pulang pergi menjadi 14 km. Pagi-pagi benar, sebelum berangkat ke sekolah ia harus mengatur makanan bagi semua ternaknya. Ia mengalami banyak kesulitan dan hambatan namun itu bukan menjadi alasan untuk tidak berprestasi.

Mengenang masa pendidikan Sekolah Dasar di Bumbulan yang penuh dengan perjuangan, Dr. Ir. Ciputra berkata : ‘ Setiap hari saya harus bangun pagi jam 5.00 berlari ke sekolah dan baru kembali tiba di rumah jam 2.00 siang dengan perut lapar …..’. Ia juga pernah berkata: “Saya hanya memiliki pakaian yang sangat sedikit dan tidak memiliki sepatu ataupun sandal….” Pada masa itu, jika hujan turun, maka bertambahlah penderitaan Dr. Ir. Ciputra kecil karena dengan bertelanjang dada ia harus pergi ke sekolah dengan berjalan dibawah tudungan daun pisang. Dan agar bajunya tidak basah, maka ia harus melepas dan membungkusnya dengan daun woku, semacam daun palem yang besar. Sehingga baju tersebut tetap kering saat tiba disekolah.

Di hari Minggu Dr. Ir. Ciputra remaja menggunakan waktunya untuk berburu babi dan rusa dengan membawa 17 ekor anjing. Tidak heran otot-otot kakinya menjadi sangat terlatih dan kemudian ketika di bangku SMA ia terpilih menjadi atlit Sulawesi Utara untuk lomba lari 800 meter dan 1500 meter di PON II di Jakarta. Itulah masa-masa penuh perjuangan bagi Dr. Ir. Ciputra yang saat ini kalau ia kenang kembali menjadi sebuah kenangan indah tentang bagaimana otot-otot mentalnya menjadi kuat karena berbagai tempaan masa lalu.

Keseluruhan pendidikan masa remaja Dr. Ir. Ciputra memang merupakan gabungan dari pendidikan yang akademis dan juga non akademis, di dalam kelas dan juga di luar kelas. Inilah yang dapat disebut sebagai sekolah kehidupan yang membuat seseorang tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan utuh. Oleh karena itu tidak heran bila saat ini ia berpendapat bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang membangun manusia seutuhnya dan beberapa cirinya adalah membangun moral, mendorong kreativitas dan mendidik karakter-karakter mandiri siswa-siswinya.

3 PELAJARAN YANG DAPAT DIPETIK

    1. Belajarlah sungguh-sungguh dan belajarlah menjadi kreatif. Kreativitas adalah bekal yang mahal untuk masa depan
    2. Jangan takut terhadap kesulitan dan hambatan. Kerapa itu semua menjadi “guru dan pelatih” kehidupan yang handal
    3. Jangan putus asa kalau Anda merasa miskin atau tidak mampu teruslah memiliki cita-cita dan berjuang. Selalu ada jalan untuk orang yang bersemangat

    ciputra-2

    Mengalami Pengalaman KERJA selama KULIAH

    Dr. Ir. Ciputra berangkat ke Bandung dari Sulawesi untuk melanjutkan kuliah di ITB sebagai seorang mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi. Ia adalah seorang anak yatim dari sebuah keluarga sederhana yang tinggal di pelosok pulau Sulawesi. Bekal dan dukungan dari ibunya untuk kuliah dan hidup sehari-hari tentu tidak cukup sehingga ketika kuliah di tingkat 3 ITB Bandung, Dr. Ir. Ciputra mendirikan usaha konsultan perencanaan dengan 2 temannya yaitu Ir. Budi Brasali dan Ir. Ismail Sofyan. Ia bekerja penuh di perusahaan ini dan setahun kemudian ia juga bekerja di sebuah perusahaan kontraktor. Perusahaan konsultan yang itu masih ada sampai sekarang dengan nama PT. Perentjana Djaja.

    Tindakan ini adalah sebuah keberanian dan juga keputusan kedua yang penting bagi Dr. Ir. Ciputra dalam proses pembentukan dirinya menjadi seorang pengusaha properti. Pada kenyataannya pilihan bekerja bukan hanya sekedar jadi cara mencari nafkah ternyata ia “jatuh cinta” dan menyintai kerja itu sendiri. Bagi Dr. Ir. Ciputra kerja dan belajar seperti ajang perlombaan. Ia terus berlatih dan berlari untuk meraih prestasi tertinggi seperti seorang atlit atletik bercita-cita meraih medali emas, ia sungguh menikmati semua itu.

    Untuk menjaga biduk perusahaan berjalan lancar sekaligus tugas perkuliahan terselesaikan dengan baik maka kerja keras dan pengelolaan diri yang sangat ketat. Ternyata kebiasaan ini menjadi bekal berharga bagi masa depannya. Saat ini banyak orang mengakui Dr. Ir. Ciputra adalah seorang yang berani memberikan pengorbanan yang besar demi mencapai cita citanya, tetes keringat dan tetes air mata pernah ia kucurkan demi mencapai cita-citanya.

    Melakukan sebuah pekerjaan selama kuliah adalah ajang latihan bisnis yang berharga. Apakah itu membantu perusahaan milik orang tua sendiri, bekerja kepada orang lain ataupun menjadi pekerja paruh waktu. Seorang filsuf Inggris yang terkenal bernama Charles Handy pernah berkata:”Belajarlah seperti orang yang bekerja dan bekerjalah seperti orang yang belajar”. Kedua kegiatan ini kalau dikombinasikan memang memberikan manfaat besar. Sesungguhnya bekerja dan belajar adalah 2 muka dari sebuah koin mata uang yang sama. Jangan pernah pensiun untuk ke dua kegiatan ini.

    3 PELAJARAN YANG DAPAT DIPETIK

      1. Bekerja akan memakan sebagian besar waktu hidup kita oleh karena itu cintai kerja keras sejak masih muda.
      2. Bekerjalah dengan tanggung jawab seorang pekerja dan bekerjalah dengan rasa ingin tahu seorang pelajar.
      3. Pengalaman kerja nyata selama belajar adalah sarana pembelajaran yang berharga.

      ciputra-3

      Meningkatkan diri dari bisnis bisnis konsultan dan Menjadi Seorang PENGEMBANG

      Dr. Ir. Ciputra kecil ketika masih tingal di Parigi bersama kedua orang tuanya tinggal di sebuah rumah toko. Ayah Dr. Ir. Ciputra adalah seorang pedagang dan tampaknya bakat bisnis telah tertanam sejak lahir. Selain itu lingkungan rumah dan asuhan orang tuanya telah menjadi latihan-latihan berharga bagaimana melakukan bisnis. Sejak kanak-kanak ia terbiasa melihat barang dagangan, ia kerap melihat proses transaksi, ia juga membantu orang tuanya sebisanya. Dr. Ir. Ciputra berada dalam suasana bisnis selama 24 jam sehari.

      Tidak heran bila naluri bisnisnya terus membara. Selepas dari ITB tahuin 1960 Dr. Ir. Ciputra memutuskan untuk meningkatkan diri dari seorang konsultan yang menunggu pekerjaan jadi seorang pengembang yang mampu menciptakan pekerjaan. Ia menyerahkan pengelolaan sehari-hari bisnis konsultan perencanaan kepada kedua rekannya.

      Keinginan Dr. Ir. Ciputra untuk menjadi pengembang sesungguhnya tanpa didukung modal atau lokasi tanah yang telah dimilki. Padahal modal dan tanah adalah unsur utama pekerjaan seorang pengembang. Bagaimana caranya Dr. Ir. Ciputra mengatasi masalah besar ini? Disinilah kita lihat betapa pentingnya pentingnya inisiatif dan kreativitas bagi seorang entrepreneur.

      Bayangkanlah Dr. Ir. Ciputra muda, baru saja lulus ITB, tidak punya modal dan belum dikenal ingin bertemu Gubernur. Pasti tidak mudah bukan..? Melalui berbagai kesulitan Dr. Ir. Ciputra akhirnya berhasil menemui dan meyakinkan Gubernur Soemarno untuk mendirikan perusahaan patungan dengan dirinya untuk membangun Proyek Pasar Senen. Gubernur Soemarno kemudian mengajak juga pengusaha Bpk. Hasyim Ning (Dasaat), Yayasan Medi dan Yayasan Bumi Putera untuk mendirikan PT.Pembangunan Jaya yang saat ini lebih dikenal sebagai Grup Jaya. Inilah kisah lahirnya grup Jaya. Dr. Ir. Ciputra menjadi CEO (Chief Operating Officer) perusahaan tersebut selama 35 tahun atau hingga tahun 1996 dan kemudian menjadi Komisaris sampai sekarang. Dr. Ir. Ciputra dengan modal ide kreatif, semangat dan keberanian berhasil menjadi pimpinan perusahaan sekaligus pemegang saham tanpa mengeluarkan modal sendiri. Ajaib bukan kekuatan ide yang kreatif itu..?

      Setelah Proyek Senen, di masa Gubernur Ali Sadikin Dr. Ir. Ciputra kembali menggagas ide inovatif yaitu mengusulkan agar projek Ancol yang waktu itu terbengkalai agar dikelola oleh PT.Pembangunan Jaya. Inilah kisah lahirnya perusahaan patungan yang ke 2 yaitu PT.Pembanguan Jaya Ancol yang saat ini kita kenal sebagai Taman Impian Jaya Ancol. Kalau dulu tempat itu terkenal sebagai tempat jin buang anak sekarang sangat populer untuk rekreasi keluarga. Lebih dari 10 Juta orang mengunjungi Ancol setiap tahunnya dan laba dari perusahaan mencapai lebih dari Rp 100 milyard. Ini adalah proyek kebanggaan pemerintah DKI Jakarta dan juga rakyat Jakarta.

      Menjadi seorang pengusaha modal utamanya bukan dana. Ide-ide yang kreatif dapat menyebabkan modal yang dibutuhkan datang dengan sendirinya. Kita bersyukur kepada Tuhan karena ternyata sumur kreativitas tidak akan pernah kering selama Anda terus menimbanya demikian kata Dr Orval C.Butcher. Lebih hebat lagi, sumur itu sudah ada dalam diri kita masing-masing,hanya kita patut melatih diri untuk menimbanya sesering mungkin. Sangat tepat bila dikatakan bahwa kemampuan menghasilkan ide kreatif yang yang dapat diterima oleh pasar adalah kemampuan yang sangat berharga bagi seorang entrepreneur. Selanjutnya lingkungan dan latihan yang menumbuh kembangkan daya kreatif dan naluri bisnis perlu dihadirkan dalam kehidupan para calon entrepreneur.

      Memandang ke belakang Dr. Ir. Ciputra kerap terkenang pada masa-masa penuh perjuangan sebagai seorang pemuda yang baru lulus ITB harus meyakinkan Gubernur Soemarno dan Gubernur Ali Sadikin. Dengan penuh kesungguhan ia membangun PT Pembangunan Jaya dan PT Pembangunan Jaya Ancol sehingga saat ini kedua perusahaan ini menjadi perusahaan Pemda DKI Jakarta yang sangat sukses, menguntungkan dan memiliki reputasi yang baik.

      3 PELAJARAN YANG DAPAT KITA PETIK

        1. Modal dana itu penting tapi bukan yang terpenting
        2. Kreatifitas dapat menarik modal
        3. KISS = Kreatif + Inisiatif + Semangat + Sabar

        ciputra-4

        Meningkatkan skala BISNIS dengan Bekerja Sama (Partnership) yang lebih luas dan strategis.

        Rupanya Dr. Ir. Ciputra tidak pernah berhenti untuk terus mengembangkan diri. Ketika Dr. Ir. Ciputra berusia hampir 40 tahun (1971) kembali Dr. Ir. Ciputra membuat keputusan historis. ia mengajak 2 temannya yaitu Bpk Ismail Sofyan dan Bpk Budi Brasali kemudia mereka juga mengajak beberapa rekan lain untuk mendirikan PT Metropolitan Development setelah sebelumnya ia mendapatkan ijin dari komisaris PT Pembangunan Jaya. Di grup bisnis yang baru ini Dr. Ir. Ciputra menjadi Presiden Komisaris dan lebih banyak bertindak sebagai inspirator, motivator dan juga inovator. Ia tidak terlibat dalam manajemen sehari-hari atau penuh waktu.

        Perusahaan ini telah berkembang pesat di bidang properti, konstruksi, konsultansi, perdagangan dan juga manufaktur. Proyek-proyek Grup Metropolitan Development antara lain Wisma Metropolitan dan Wisma WTC, Mal Metropolitan, perumahan Pondok Indah, Hotel Horison dll. Ada kisah yang menarik tentang kiprah Dr. Ir. Ciputra di grup bisnis ini yaitu bagaimana dengan “modal dengkul otak kreatif” ia berhasil meyakinkan pemodal besar untuk berpatungan dengan PT Metropolitan Development.

        Dr. Ir. Ciputra merasakan dalam hatinya bahwa kawasan Pondok Indah akan menjadi kawasan yang sangat berkembang di kota Jakarta. Namun untuk dapat membebaskan ratusan hektar tanah di kawasan ini ia dan kawan-kawannya tidak memilki modal yang cukup. Padahal dalam inspirasi dan imajinasi Dr. Ir. Ciputra proyek itu akan sangat bernilai bila dikembangkan dalam skala kota yaitu perumahan dengan segala kelengkapan kehidupan manusia seperti pusat belanja, perkantoran, fasilitas rekreasi, lapangan olah raga, hotel, fasilitas pendidikan, tempat ibadah dll. Inspirasi dan imajinasi keindahan masa depan memang menggerakkan dan memotivasi tidak heran bila Walt Disney mengatakan: “Tanpa inspirasi…. kita akan binasa”.

        Dr. Ir. Ciputra kemudian menyusun rencana ia lalu melakukan pendekatan pada sebuah grup bisnis kuat yaitu Salim Group. Salim Group ternyata menyambut baik ide ini dan mengijinkan Dr. Ir. Ciputra dan kawan-kawannya untuk menjadi pemegang saham tanpa modal yang harus disetor di depan. Mereka diijinkan untuk meminjam uang dari Salim Group yang dibayar kemabli melalui bagian laba yang mereka dapatkan dari penjualan rumah dan kavling di Pondok Indah. Inilah cerita tentang lahirnya PT Metropolitan Kencana pengembang kawasan Pondok Indah dan Puri Indah yang terkenal.

        Setelah proyek Pondok Indah maka kelompok usaha properti Metropolitan ini makin berkibar namanya. Tidak hanya diperhitungkan oleh pebisnis besar seperti Salim Group tapi juga oleh pengembang kuat dari luar negeri. Bagaimana kisahnya..? Kembali Dr. Ir. Ciputra melakukan terobosan kreatif dengan menciptakan ide cemerlang apa yang dapat dilakukan di tanah milik grup Metropolitan di jalan Sudirman Jakarta. Gagasan ini disambut baik oleh Salim Group dan pemilik modal dari luar negeri yaitu SP Tao dari Singapore Land dan Henry Keswik dari Jardine Matheson. Apa imabalan ide cemerlang itu…? Kembali Dr. Ir. Ciputra dan kawan-kawannya berhasil mendapatkan pinjaman modal 100% dan juga bagian saham di perusahaan pemilik gedung perkantoran Metropolitan I, Metropolitan II dan WTC (World Trade Centre). Ini adalah sebuah komplek perkantoran yang terkenal di Jakarta. Demikian juga dengan kisah pendirian Hotel Horison Jakarta (Ancol). Pada mulanya adalah gagasan kreatif dan akhirnya pencipta gagasan mendapatkan saham 50% serta pinjaman modal 100% untuk bekerja sama dengan pemilik modal mewujudkan gagasan kreatif.

        3 PELAJARAN YANG DAPAT KITA PETIK

          1. Seorang Entrepreneur senang mengembangkan usahanya terus menerus. Ia tidak gampang “puas” dengan prestasi yang telah dicapainya.
          2. Pemilik modal mau dan berani mempercayakan dananya pada mitra bisnis jujur, kreatif dan handal.
          3. Bisnis modal dengkul (tapi pakai otak) bukan mustahil.

          ciputra-5Membangun Grup CIPUTRA bersama KELUARGA

          10 tahun kemudian, tepatnya tahun 1981 di usianya yang 50 tahun Dr. Ir. Ciputra kemabli membuat keputusan historis yaitu mendirikan kelompok bisnis Grup Ciputra bersama istri dan 4 anaknya beserta suami mereka yang baru tamat dari luar negeri. Kenapa Dr. Ir. Ciputra setelah berhasil melakukan kerja sama dengan Pemerintah DKI Jakarta lalu dengan teman-temannya juga dengan Salim Group dan pemodal luar negeri kini ingin melakukan “kerja sama” dengan anak-anaknya?

          Setidaknya terdapat 3 alasan. Pertama Dr. Ir. Ciputra melihat pada tahun-tahun itu anak-anaknya sudah menyelesaikan studinya di luar negeri memiliki ijazah S1 atau S2 dan juga sudah memiliki pengalaman kerja. Ia ingin anak-anak dan menantunya dapat memiliki perusahaan sendiri. Kedua, tampaknya Dr. Ir. Ciputra sudah berpikir bahwa tidak selamanya ia akan menjadi CEO dari PT Pembangunan Jaya. Ia memerlukan sebuah “perahu” lain untuk menjadi ajang baru untuk menumpahkan kreatifitas dan semangatnya yang masih berkobar-kobar. Yang ketiga, Dr. Ir. Ciputra memang senang berada bersama-sama dengan keluarganya untuk berdiskusi tentang bisnis dan juga mengembangkan bisnis. Ia mengatakan:” Di perusahaan keluarga dan bersama keluarga saya bisa rapat kapan saja dan dimana saja. Bisa di meja rapat, di meja makan, di dapur dan juga di kamar tidur..”

          Saat ini di Ciputra Group ia sudah membagi bisnis menjadi 3 kelompok besar. Kelompok pertama yang biasa ia panggil sebagai sub holding 1 dipimpin oleh pasangan Bpk Budiarsa Sastrawinata BSc, MBA dan putri pertama Dr. Ir. Ciputra yaitu Rina Ciputra MBA. Bpk Budiarsa lulus dari perguruan tinggi di Inggris dan menyelesaikan studi MBA di Prasetya Mulya Jakarta. Saat ini pak Budi juga sibuk menjadi wakil rakyat karena ia terpilih menjadi anggota DPR RI. Sedangkan ibu Rina lulus S1 di New Zealand dan S2 (MBA) di Amerika Serikat, di sebuah perguruan tinggi dimana Peter Drucker ikut mengajar. Sub holding ini menangani proyek real estat di Jakarta, bisnis media/tabloid, broker properti dan proyek-proyek perumahan properti di Hanoi/Vietnam, Kamboja dan India.

          Subholding 2 dipimpin oleh pasangan bpk Harun Hajadi MBA dan Junita Ciputra MBA putri kedua Dr. Ir. Ciputra. Pak Harun demikian karyawan biasa memanggilnya adalah seorang arsitek dan juga master dalam bidang bisnis lulus dari Amerika Serikat. Juga ibu Junita mendapatkan gelar MBA dari Amerika Serikat dengan predikat Suma Cum Laude. Saat ini sub holding 2 mengelola sebuah proyek perumahan skala kota di Surabaya yang sangat terkenal yaitu CitraRaya the Singapore of Surabaya. Selain itu proyek-proyek sub holding 2 ini tersebar di berbagai kota Indonesia. Mulai dari Jakarta, Semarang, Sidoarjo, Pandaan, Bali, Lampung, Pakanbaru, Medan dan Manado. Mereka terus giat mencari proyek-proyek baru.

          Sub holding 3 dipimpin oleh putra kembar Dr. Ir. Ciputra yaitu Candra Ciputra MBA bersama Cakra Ciputra BSc. Pak Candra dan pak Cakra walaupun anak kembar memiliki postur tubuh dan wajah yang berbeda namun kompak dalam menjalankan bisnis. Keduanya lulus dari perguruan tinggi terkemuka di Amerika Serikat. Sebagai seorang sarjana teknik sipil pak Cakra menggali ilmu bisnisnya di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mullya. Saat ini sub holding 3 sedang mempersiapkan sebuah proyek properti di Jawa Tengah dan di Pulau Kalimantan. Tim sub holding 3 ini rajin berkeliling ke berbagai negara Asia untuk mencari peluang membangun proyek-proyek baru. Adalah cita-cita Dr. Ir. Ciputra untuk membangun Ciputra Group jadi perusahaan multi nasional.

          Inilah dinamika sebuah perusahaan keluarga yang terus bertumbuh. Ayah, anak dan menantu dibantu oleh para profesional ternyata dapat bekerja sama, saling bahu membahu membangun sebuah usaha bisnis yang sukses.

          3 PELAJARAN YANG DAPAT DIPETIK

          1. Perhitungkan ayah, ibu, kakak, adik, teman hidup anda dan juga mertua anda sebagai calon mitra bisnis di masa depan
          2. Jangan anggap remeh perusahaan keluarga yang sudah keluarga anda miliki dengan kerja sama yang kompak, manajemen yang profesional dan arah perusahaan yang tepat tidak mustahil jadi cikal bakal perusahaan multi nasional.
          3. Berikan perhatian dan pelajari baik-baik bisnis keluarga yang sedang digeluti sekarang. Itu adalah ajang latihan yang luar biasa dan juga siapa tahu ada peluang besar yang bisa ditemukan.

          ciputra-6

          Mengembangkan Bisnis ke LUAR NEGERI

          Salah satu keunikan Dr. Ir. Ciputra adalah kemampuan dia untuk berpikir jauh ke depan. Ia bisa melihat apa yang tidak dilihat orang lain, ia bisa menduga apa yang akan terjadi padahal kebanyakan orang belum pernah memikirkannya. Inilah rahasianya kenapa akhirnya Dr. Ir. Ciputra sukses membuka usaha di luar negeri.

          Sejak tahun 1980 Dr. Ir. Ciputra sudah mulai melakukan investasi di Singapura dan Hawai melalui Metropolitan Group dan mulai tahun tahun 1990 bersama dengan Ciputra Group Dr. Ir. Ciputra mulai masuk ke Vietnam. Bila anda membayangkan kota Hanoi di tahun 1990 an awal maka anda dapat membayangkan sebuah ibu kota negara dengan penduduk sekitar 3 juta jiwa dan di jalan-jalan utama kota tsb dipenuhi oleh sepeda bukan mobil seperti kota Jakarta. Kebanyakan orang mungkin akan meragukan peluang bisnis di Hanoi/Vietnam. Mungkin mereka berkata bisnis seperti apa yang dapat berkembang di sebuah negara yang baru saja selesai berperang dan dianggap masih rendah daya belinya.

          Tidak demikian dengan Dr. Ir. Ciputra ia mengirimkan timnya ke Hanoi ketika kota itu masih dianggap “terkebelakang”. Itulah yang disebut sebagai visi. Mampu membayangkan buahnya walau hanya dari wujud benihnya. Bagaimana wujud “benih” sukses itu? Staf Dr. Ir. Ciputra yang mengunjungi Hanoi di awal tahun 1990an di masa perintisan pernah berkata:”Baru beberapa Traffic Light di kota Hanoi itu…” Yang lain mengatakan: “Saya biasa membawa handuk dan Aqua setiap kali ke Hanoi karena khawatir tidak berhasil mendapatkan hotel yang baik…”. Bisa anda bayangkan betapa “kecil”nya kota Hanoi pada masa itu?

          Sekarang kota Hanoi adalah sebuah kota yang modern. Kita dapat temukan hotel/apartemen berbintang, pusat belanja, gedung perkantoran dll. Di kota Hanoi ini Ciputra Group dengan cara berpatungan membangun sebuah hotel bintang 5 dan 2 tahun kemudian Ciputra Group membangun sebuah kota mandiri Ciputra International City. Ternyata visi Dr. Ir. Ciputra tidak keliru. Setelah melalui berbagai hambatan dan juga krisis eknomi Asia maka sekarang proyek Ciputra Internasional City adalah proyek real estat terbesar dan memiliki reputasi tinggi di Vietnam. Demikian juga dengan Hanoi Horison Hotel, hotel bintang 5 ini kerap mendapat tamu penting dari berbagai negara termasuk presiden Indonesia.

          Inilah salah satu rahasia dari keberhasilan bisnis properti yaitu menemukan peluang sebelum yang lain melihatnya, meraih peluang sebelum yang lain bertindak dan memanfaatkan peluang sebelum yang lain selesai mempelajarinya. Saat ini Ciputra Group sudah memperlebar usahanya di Calcutta (India) bersama beberapa mita bisnis untuk membangun Kolkata West International City sebuah proyek perumahan skala kota. Sebentar lagi sebuah proyek Ciputra Group kembali akan mengembangkan bisnis di luar negeri dengan mewujudkan sebuah perumahan skala kota di Kamboja.

          Dr. Ir. Ciputra berkeyakinan bahwa abad ini adalah abad Asia sehingga dengan upaya yang serius dan penuh semangat ia bersama tim melakukan survey ke berbagai negara Asia hingga ke Timur Tengah dan negara-negara eks Uni Soviet. Ia sadar bahwa tidak semua pencarian bisnis baru akan memberikan hasil jadi. Dari puluhan proyek baru yang diselidiki hanya 2 atau 3 proyek yang dapat diwujudkan. Oleh karena itu bila makin banyak proyek baru yang ingin diperoleh semakin banyak survey yang harus dilakukan.

          Proyek pengembangan skala kota atau kota baru dan proyek gedung-gedung komersial merupakan sasaran utama Dr. Ir. Ciputra. Ia memang piawai dan berpengalaman dalam membuat konsep kota baru yang unik. Ia berkeyakinan:”Kalau saya bisa berhasil membangun kota-kota baru di Indonesia saya juga berkeyakinan bisa berhasil di tempat lain, medan Indonesia tidak gampang dan itu telah melatih dan menempa saya..”

          Dr. Ir. Ciputra dapat sangat terobsesi ketika merancang sebuah kota baru. Ia sangat serius dan mungkin lebih dari itu. Ia akan berpikir dan berimajinasi selama 24 jam. Katanya:”Proyek-proyek baru itu terbawa dalam mimpi-mimpinya di malam hari..” Tidak heran bila pagi-pagi ia sudah menggoreskan penanya untuk menggambar proyek mungkin ada inspirasi dari mimpi malam hari.

          3 PELAJARAN YANG DAPAT KITA PETIK

          1. Cari peluang bisnis secara aktif dan jangan menunggu. Jangan pernah berpikir peluang akan datang mengetuk pintu dan menjemput kita untuk langsung berhasil.
          2. Berani memulai ketika orang lain belum memulai. Ambillah resiko yang telah diperhitungkan.
          3. Kalau bisa berhasil di Indonesia bisa juga berhasil di luar negeri. Manusia Indonesia memiliki kapasitas untuk sukses dalam bidang bisnis dimanapun.

          ciputra-7

          GOD has more in STORE!

          Saat kerusuhan Mei 1998, gedung mal dan hotel Ciputra sebuah gedung kesayangan Dr. Ir. Ciputra terancam. Coba anda bayangkan bagaimana perasaan hati Dr. Ir. Ciputra ketika ia mendapat laporan bahwa mobil-mobilsudah dibakar di sekeliling gedung, masa sudah berkumpul bahkan sebuah pos polisi di samping depan mal dan hotel Ciputra juga porak poranda dibakar.

          Beberapa mal dan gedung sekitar Mal & Hotel Ciputra telah terbakar dan dijarah. Peristiwa ini mengingatkan Dr. Ir. Ciputra akan peristiwa Malari (Malapetaka 15 Januari) di tahun 1974 . Pada hari itu puluhan ribu mahasiswa turun ke jalan melakukan demo dan ratusan kendaraan serta gedung terbakar termasuk Pasar Senen yang dibangun oleh Dr. Ir. Ciputra. Trauma terbakarnya Pasar Senen tentu membuat Dr. Ir. Ciputra sangat cemas dan gelisah memikirkan nasib Mal & Hotel Ciputra.

          Sepanjang hari itu Ir.Ciputra terus menerus berdoa bersama keluarganya memohon perlindungan TUHAN. Sangat ajaib, ternyata TUHAN menjawab doa Dr. Ir. Ciputra, ternyata mal dan hotel Ciputra selamat dari penjarahan dan pembakaran. Ini adalah sebuah contoh kisah nyata dari banyak kejadian lain berikutnya yang dirasakannya sebagai keterlibatan TUHAN yang ajaib dalam hidup Dr. Ir. Ciputra.

          Peristiwa ini menjadi sebuah kebangunan rohani bagi Dr. Ir. Ciputra. Sejak saat itu ia sangat menyadari bahwa TUHAN mengasihi dia walaupun pada masa-masa sebelumnya Dr. Ir. Ciputra merasa belum mengasihi TUHAN secara sepatutnya. Dulu ia kerap lupa berbakti kepada TUHAN, kerap mengantuk bila berdoa, enggan melakukan kegiatan rohani apalagi melakukan pelayanan kerohanian. Sekarang perubahan telah terjadi.

          Pengalaman tahun 1998 ini sungguh telah merubah kehidupan rohani Dr. Ir. Ciputra secara total. Dr. Ir. Ciputra sekarang adalah Dr. Ir. Ciputra yang rajin berbakti kepada TUHAN, berdoa dan melakukan pelayanan rohani dan sosial. Tapi ada satu yang sangat penting, demikian menurut para karyawannya yaitu pak Ciputra sekarang memiliki karakter-karakter yang makin menyenangkan. Sekarang Dr. Ir. Ciputra lebih sabar, lebih ramah dan lebih perhatian kepada para stafnya. Yang terakhir inilah yang membuat para stafnya tersenyum bahagia.

          Bagaimana dampaknya terhadap pekerjaan? Yang jelas setelah pak Ciputra hidup dekat dengan TUHAN ia makin melihat kebaikan-kebaikan TUHAN yang makin nyata. Kalau dulu Ciputra Group sempat terpuruk karena krisis ekonomi maka sekarang telah bangkit kembali bahkan bertumbuh pesat. Dr. Ir. Ciputra tentunya sangat bersyukur dan makin bersemangat dalam bekerja. Ia berkata:” Kalau dulu saya bekerja sekuat tenaga mengandalkan kekuatan sendiri namun tokh akhirnya terpuruk karena krisis ekonomi, …. sekarang saya tetap bekerja keras namun bedanya saya meminta pimpinan dan berkat TUHAN. Saya percaya melalui pimpinan TUHAN Ciputra Group akan mampu mencapai keberhasilan-keberhasilan baru yang lebih besar lagi…”

          Dr. Ir. Ciputra di usia menjelang 75 tahun bukanlah sosok kakek-kakek yang barangkali kebanyakan dari kita bayangkan. Ia tampak sehat, antusias, rajin bekerja serta olah raga dan satu lagi rajin berbakti kepada TUHAN. Tidak heran ia bukan saja tampak sehat dan segar tapi juga penuh sukacita dan damai sejatera. Waktu telah menciptakan keriput di wajahnya tapi bukan di hatinya. Waktu telah mengurangi kekuatan fisiknya namun bukan semangatnya. Ternyata di dalam TUHAN ia memukan lebih banyak hal yang luar biasa. GOD has more in Store!

          PELAJARAN YANG DAPAT KITA PETIK

          Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: “Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!”

          pci1

          Melalui Masa KRISIS MONETER dengan Berani Bertanggung Jawab

          Salah satu prestasi terbesar yang dialami Dr. Ir. Ciputra adalah pengalamannya membawa ke 3 grup bisnisnya berhasil melalui krisis ekonomi dan terus dapat mengembangkan diri di masa sekarang. Padahal keadaan bisnisnya sangat tidak berpengharapan pada pertengahan tahun 1998. Hutang-hutang perusahaan naik hingga 5-6 kali karena sebagian pinjaman perusahaan dalam bentuk US$, nilai aset perusahaan menyusut dan penjualannya merosot kurang dari separuh tahun sebelumnya. Pada masa-masa akhir tahun 1997 sampai dengan bulan Mei 1998 kehidupan pribadi Dr. Ir. Ciputra penuh dengan tekanan dan kegelisahan.

          Apa yang telah ia kumpulkan dengan susah payah selama lebih dari 35 tahun seakan lenyap hanya dalam waktu kurang dari 6 bulan. Pada masa itu ia memiliki hutang yang begitu besar diluar jangkauan kemampuan finansial yang ia miliki. Dr. Ir. Ciputra sungguh-sungguh merasa berada di tempat yang paling dalam dan melalui banyak malam dengan kesulitan tidur dan banyak hari tanpa kebahagiaan. Namun syukurlah perjumpaan pribadi dengan kasih dan kuasa TUHAN telah membuat Dr. Ir. Ciputra memiliki kekuatan dalam menghadapi masalah. Ia memutuskan untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan memadukan Integrity & Excellence atau dengan menjaga integritas (kejujuran) berusaha menyelesaikan permasalahan secerdik mungkin sambil memohon pertolongan TUHAN.

          Terdapat 3 strategi praktis yang ia lakukan. Pertama menghadapi masa krisis ekonomi dengan berani bersikap bertanggung jawab, tidak lari dari masalah dan juga tidak melarikan diri ke luar Indonesia. Memang terdapat rekan-rekan Dr. Ir. Ciputra yang merasa tidak tahan menghadapi badai krisis ekonomi lalu meninggalkan Indonesia dan melarikan diri dari permasalahan. Juga ada suara-suara dalam dirinya yang menganjurkan Dr. Ir. Ciputra untuk meninggalkan Indonesia namun hati nurani Dr. Ir. Ciputra mendorong untuk tetap tinggal di Indonesia dan itulah yang akhirnya ia putuskan. Strategikedua yang ia lakukan adalah bertindak pro-aktif menghubungi para kreditor dan terus berunding mencari jalan keluar inovatif. Dr. Ir. Ciputra bersama tim menemui para kreditor dan membuka diri untuk dikritik dan juga dimarahi. Strategi ketiga adalah menjual aset-aset untuk menutup hutang. Ternyata dengan strategi-strategi ini seiring dengan berbagai kebijakan Pemerintah untuk menyelamatkan dunia bisnis Indonesia maka sedikit demi sedikit permasalahan hutang perusahaan dapat terselesaikan bahkan perusahaan bisa bangkit kembali mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Hari ini Grup Ciputra, Grup Metropolitan dan Grup Jaya adalah perusahaan-perusahaan nasional yang telah berhasil melalui keterpurukan masa krisis dan sedang bertumbuh kembali membangun diri menjadi perusahaan-perusahaan unggul.

          3 PELAJARAN YANG DAPAT DIPETIK

          1. Hadapi Permasalahan jangan melarikan diri dari masalah
          2. Ketika masalah dihadapi kerap tidak sesukar yang dibayangkan pertama kali
          3. Doakan dan harapkan mujizat dari TUHAN

          ciputra-4

          Memusatkan diri pada Pelayanan Pendidikan

          Ada beragam pelayanan sosial yang Dr. Ir. Ciputra lakukan untuk kepentingan masyarakat luas. Bagi Dr. Ir. Ciputra menjadi berkat bagi masyarakat tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seorang entrepreneur. Seorang entrepreneur menjadi sukses karena dukungan masyarakat dan pantas untuk memberikan kembali kepada masyarakat. Sejak 3 tahun yang lalu ia mengambil sebuah keputusan penting yaitu melakukan fokus pelayanan sosial dalam bidang pendidikan. Kenapa pendidikan? Setidaknya terdapat dua pikiran dasar. Pertama sudah lebih dari dari 35 tahun yang lalu Dr. Ir. Ciputra telah memiliki keyakinan bahwa pendidikan yang baik dan bermutu adalah passport untuk meningkatkan harkat dan kesejahteraan seseorang, sebuah keluarga ataupun sekelompok masyarakat. Melalui pendidikan yang bermutu kita dapat membuka pintu masa depan yang lebih baik.

          Kedua Dr. Ir. Ciputra berkeyakinan pendidikan akan menciptakan dampak strategis bagi kemajuan bangsa Indonesia di masa depan. Bila 40 tahun yang lalu anda berkunjung ke kota Singapura maka tidak banyak perbedaan dengan negara-negara tetangganya dari sisi prestasi ekonomi dan pembangunan kota. Namun sekarang terdapat banyak sekali perbedaan. Singapore, sebuah negara pulau seluas DKI Jakarta dengan penduduk kurang dari 1/3 DKI Jakarta memiliki GNP puluhan kali lebih besar dari GNP Indonesia. Demikian juga dengan Malaysia, dulu mereka yang belajar dari kita sekarang kita yang belajar dari mereka. Tahukah anda rahasia dari pertumbuhan pesat negara-negara tetangga kita itu? Jawabnya sederhana saja yaitu PENDIDIKAN yang bermutu. Dr. Ir. Ciputra berkeyakinan bahwa Indonesia masa depan yang jauh lebih baik dapat kita capai melalui kehadiran pendidikan yang berkualitas prima.

          Membangun Pelayanan dalam Bidang Pendidikan

          Dr. Ir. Ciputra bersyukur kepada Tuhan bahwa melalui pendidikan hidup pribadi Dr. Ir. Ciputra terangkat dari tingkat yang rendah menjadi ke tingkat yang jauh lebih baik. Inilah pengalaman pribadi kehidupan masa lalunya. Oleh karena itu sejak lebih 35 tahun yang lalu sampai dengan sekarang ada banyak lembaga pendidikan yang dibina dan dikembangkannya sendiri atau bersama rekan-rekannya, antara lain: Yayasan Dr. Ir. Ciputra (Sekolah Ciputra & Cyber Institute), Sekolah Ciputra adalah sebuah sekolah Nasional Plus yang memiliki sertifikat IB(International Baccalaureate). Saat ini sekitar 1.293 sekolah di 115 negara memanfaatkan standar dan panduan dari IBO untuk memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan ke taraf internasional.

          Sedangkan Yayasan Citra Kasih mendirikan Sekolah Citra Kasih dibuka di Perumahan Citra Garden Jakarta, sekolah ini dan mendapat dukungan dari Anglican School dari Singapura. Selain itu Yayasan Tarumanagara (Universitas Tarumanagara), Yayasan Don Bosco (Sekolah Don Bosco), Yayasan Pendidikan Pembangunan Jaya (Sekolah Pembangunan Jaya dan Global Jaya) dan Yayasaan Prasetya Mulya (Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulya). Secara keseluruhan semua yayasan pendidikan diatas mendidik dan menghasilkan lulusan lebih kurang 25.000 siswa dan mahasiswa.

          Strategi Masa Depan

          Untuk masa depan dalam melaksanakan fokus pelayanan bidang pendidikan maka setelah Sekolah Ciputra di Surabaya & Sekolah Citra Kasih di Jakarta, Dr. Ir. Ciputra melalui Yayasan Citra Kasih kemudian mengambil inisiatif untuk memulai Sekolah Citra Berkat di 3 lokasi yaitu Surabaya, Jonggol, Tangerang, Sekolah Citra Berkat merupakan tipe sekolah dengan biaya paling ekonomis. Dengan adanya 3 tipe sekolah tsb maka sesungguhnya Dr. Ir. Ciputra ingin melayani sebanyak mungkin lapisan masyarakat dengan pendidikan yang bermutu.

          Setelah pendidikan jenjang dasar dan menengah Dr. Ir. Ciputra memperluas jangkauan pelayanan Yayasan Dr. Ir. Ciputra ke jenjang pendidikan tinggi. Universitas Ciputra akan dibuka di Perumahan CitraRaya the Singapore of Surabaya pada tahun ajaran 2006/07 nanti dengan tema utama Entrepreneurship. Saat ini sebuah komplek gedung 7 lantai dengan luas 26,672 m2 sedang dibangun (tahap pertama, tahun 2006, luas 6,000 m2). Dr. Ir. Ciputra bercita-cita agar Universitas Ciputra bukan saja dapat memberikan ijazah Sarjana yang berkualitas secara akademis namun yang terpenting adalah mampu menghasilkan alumni yang memiliki ijazah dari “Universitas Kehidupan” yaitu menjadi ENTREPENEUR yang memiliki karakter unggul dan mampu berkiprah menjadi warga dunia.

          ciputra-6

          Membuat Strategi FOKUS dan membangun Perusahaan untuk menjadi MNC (Multi National Corporation)

          Menjelang akhir masa krisis ekonomi ini kembali Dr. Ir. Ciputra menetapkan sebuah keputusan strategis yang sangat penting yaitu FOKUS pada bisnis PROPERTI dan melakukan pengembangan bisnis ke KOTA-KOTA BESAR di luar P Jawa dan di luar negeri, Apakah artinya…? Ini berarti Dr. Ir. Ciputra tidak lagi melakukan strategi konglomerasi atau masuk ke berbagai ragam bisnis tapi sekarang benar-benar hanya fokus pada bisnis properti terutama membangun kota-kota baru dan proyek-proyek komersial yang berada di banyak lokasi kota besar dan negara, baik dalam dan terutama di negara-negara Asia.

          Ia sangat membatasi keterlibatannya di bisnis-bisnis lain di luar properti. Ia ingin sangat fokus dalam bidang properti namun berada dimana-mana. Sama seperti yang dilakukan perusahaan manca negara/multi national Mc Donald’s dan KFC. Produk bisnis mereka terbatas di makanan cepat saji namun mereka ada dimana-mana. Untuk itu Dr. Ir. Ciputra aktif memberikan arahan untuk visi, misi, strategis baru di perusahaan-perusahaan yang didirikannya. Ia gemar memberikan motivasi, bimbingan, konsultasi dan juga panduan kemana saja perusahaan perlu dikembangkan di dalam negeri dan juga di luar negeri.

          Sedangkan untuk pelaksanaan visi perusahaan Dr. Ir. Ciputra telah memiliki para penerus dan eksekutif bisnis yang telah dipilih dan dibinanya. Mereka adalah para manajer profesional yang memiliki semangat entrepreneurship namun memutuskan untuk membangun karir dalam sebuah perusahaan bisnis yang dinamis. Kerap pofesional seperti ini disebut sebagai intrapreneur mereka menjadi karyawan namun rajin menggagas ide inovatif, berani bekerja keras, memiliki integritas bekerja pada perusahaan seakan-akan perusahaan itu milik mereka sendiri. Sesunguhnya semangat dan ketrampilan entrepreneurship tidak hanya dibutuhkan oleh mereka yang ingin jadi pengusaha namun juga oleh mereka yang ingin berkarir sukses dalam dunia bisnis. Sebuah perusahaan bisnis yang hebat membutuhkan lebih dari satu orang dengan semangat entrepreneur. Mereka dapat menjadi pemilik atau juga pimpinan-pimpinan puncak dalam organisasi.

          Ini adalah sebuah visi ke masa depan yang baru. Apakah ini kelak akan terbukti sukses atau tidak sukses belum dapat dijawab di masa sekarang, Kelak sejarah lah yang akan memberikan penilaiannya. Namun satu hal yang sangat jelas adalah semangat Dr. Ir. Ciputra terus membara untuk membangun kelompok bisnis properti dalam lingkup pengaruhnya (Jaya Group, Metropolitan Group dan Ciputra Group) menjadi perusahaan unggul dalam bidang properti baik di Indonesia maupun di manca negara. Barangkali ia teringat apa yang pernah dikatakan oleh Winston Churchill, mantan Perdana Menteri Inggris yang legendaris:”Jangan, jangan, jangan, jangan pernah menyerah…”

          3 PELAJARAN YANG DAPAT DIPETIK

          1. Perubahan merupakan fakta kehidupan yang tidak dapat kita sangkal atau hindari
          2. Hadapi perubahan dan kelola ancaman perubahan menjadi peluang masa depan.
          3. Berubahlah mulai dari diri sendiri dan jangan pernah menyerah

          1 komentar: